Monday, August 6, 2018

Kunci kemuliaan yang terlupakan : Muru'ah dan Al-Hayya' Part #2

Kunci kemuliaan yang terlupakan : Muru'ah dan Al-Hayya'
Part #2

Q&A : factsheet

Q1 : ini kan akun saya di protect/private account, nggak bisa dilihat sembarang orang, nggak apa-apalah kan.

A : Ada beberapa potensi yang tetap terbuka disini, diantaranya,

1. Ini belajar dari "security leak" nya Facebook. Private account tidak menghalangi instansi terkait (ex. Instagram, FB, dll.) untuk menyimpan foto anda di "archive" mereka. Jika terjadi "security leak", maka archive ini akan dapat diakses siapapun--dimanapun.

2. Sudah tahu siapa saja yang anda "allow" atau "accept" follow request ? Follower anda tidaklah semuanya mahrom anda. Bahkan mahrom pun bukan alasan untuk melepas muru'ah dan Al-Hayya'. Karena keduanya adalah bagian dari iman, jika salah satu saja hilang, maka hilang pula iman anda, hilanglah nilai perhiasan terbaik--perempuan sholehah--di dunia ini.

2.a katakanlah seluruh follower anda benar-benar anda pilih--hand-picked by your own hand. Mari lanjut ke poin 3.

3. Tidak ada jaminan, bahwa follower anda tidak akan menyebarkan foto anda kepada rekan-rekannya, dan jika foto anda di "Like" oleh follower anda, maka akan muncul di beranda teman-teman follower anda. Berapa pasang mata yang akan mempersaksikan diri anda, tanpa rasa malu dan harga diri melekat, di yaumul hisab nanti ?

Lalu, berapa sisa muru'ah yang masih menempel pada diri anda ? Secara tidak sadar, anda telah menggadaikan muru'ah anda..seluruhnya.

Q2 : Jadi gak boleh gitu berbagi kebahagiaan ? Bagi-bagi foto biar yang lain ikut bahagia kan baik..

A :
Jika tolok ukur kebagaiaan adalah mengobral muru'ah dan rasa malu melalui foto yang dihiasi lekuk-lekuk Wajah dan tubuh yang tidak seharusnya, serta menampakkan dan "menyajikan" wajah cantik nan rupawan kepada seluruh pasang mata yang bukan mahrom anda, belum lagi ditambah make-up yang tak pernah ketinggalan, niscaya generasi Sahabat Rasulullah akan menjadi generasi yang paling bersedih hati, murung, serba tidak bahagia. Dan generasi jahiliyah akan menjadi orang yang paling riang bahagia, bukan begitu ?

Sadarilah,
kebahagiaan sejati adalah ketika kita patuh kepada perintah Allah,
Mari berbahagia dengan mengikuti "perspektif" Allah, bukan perspektif manusia.

Berapa lama Manusia akan menilai anda ? 20 tahun ? 30 tahun ? 40 tahun ?
Sedangkan penilaian Allah Azza wa jalla tanpa batas waktu. Akankah anda mengutamakan penilaian makhluk nan fana ? Atau Al-Khaliq pemilik keabadian ?

Q3 : tapi kan...nggak apa apa lah.. ngepost foto aja..
A :
Jika anda masih ingin melakukannya, maka tanyakan sekali lagi,

"Apakah ada manfaatnya untuk akhiratku ? Ataukah ini menjadi pemberat dosaku ?"
"Apa yang aku rugikan jika tidak kulakukan ?"

Mari mentadabbur pesan Rasulullah shalallahu'alaihi wasalam,

"Neraka dikelilingi oleh syahwat. Dan Surga dikelilingi oleh segala sesuatu yang dibenci jiwa."
(HR. Muslim)

Syahwat adalah sesuatu yang jiwa kita tertarik kepadanya, yang melenakan, yang nikmat tapi terlaknat.

Maka...
Ketika kita tertarik pada suatu hal, maka pastikan itu adalah bentuk TAAT, bukan bentuk LAKNAT
Pastikan itu adalah bagian dari SYARIAT, bukan SYAHWAT
Yakinkan, bahwa itu akan membawa kita ke JANNAH, bukan JAHANNAM.

Allahu Musta'an.

-Muhamad Ikhsan Nurmansyah

1 Comments:

At August 22, 2019 at 11:46 AM , Blogger Chalifach_ said...

Sangat memotivasi. terima kasih

 

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home