Cuma Satu Suara
Akhir-akhir ini euforia pemilihan kepala daerah DKI Jakarta menjadi santapan sehari-hari bagi seluruh rakyat Republik tercinta ini, bagaimana tidak, setelah sekian lama perhelatan akbar ini berjalan, kini akhirnya kita berdiri tepat di depan masa depan Ibukota kita dengan segala kemajemukannya.
Tapi entah mengapa masih ada hal-hal yang menjadi perhatian saya, salah satunya adalah judul tulisan ini. Sudah baca judulnya ? kalau belum coba anda scroll dulu ke atas hehe.
Beberapa hari yang lalu saya sempat berbincang dengan sahabat yang berbeda pulau dengan ibukota. dan jawaban mereka sama persis dengan judul tulisan ini. dan saya yakin beberapa dari anda yang membaca tulisan ini (mungkin) ada beberapa yang memiliki pemikiran yang sama. entah darimanapun stigmatisasi ini berasal.
bayangkan, jikasaja, seorang pejuang bangsa ini yang ditakdirkan untuk mengusir penjajah, mengucapkan hal yang sama,
"Cuma 1 Orang"
"Cuma 1 Pemuda"
bayangkan jika saat perang Badar, ketika Pasukan Ummat Islam tengah melawan kaum Quraisy yang jumlahnya tiga kali lipat, lalu diantara mereka berkata,
"Cuma 1 Orang"
"Saya Cuma 1 Pedang"
"Cuma 1 Unta"
apa yang akan terjadi ? apakah bangsa ini akan tetap merdeka ? apakah Islam akan tetap menang ?
yakinlah, bangsa ini akan tetap Merdeka, dan Islam akan tetap Berjaya.
pertanyaan sesungguhnya adalah,
"Dimanakah kaki anda berpijak ?"
ketika anda, seorang pejuang kemerdekaan, mundur dari posisi anda, dengan meremehkan "cuma", apakah anda ada di posisi Bangsa ini ? atau di posisi penjajah--secara tidak langsung--?
begitupun saat perang badar, apakah anda ada di bawah panji Rasulullah ? ataukah di bawah komando Quraisy ?
sebagian dari kita bahkan mempertanyakan pengorbanan yang harus kita lakukan, entah itu izin dari pekerjaan, perjalanan yang jauh, dan lain hal.
tapi, bukankah karena pengorbanan itu, olehnya hasil nantinya akan semakin nikmat ?
bukankah dibalik pengorbanan tersimpan sesuatu yang sangat indah ?
karena pengorbananlah letak keistimewaan hal yg kita lakukan..
"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
[Ali ‘Imran/3: 142]
"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia Ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit”.
(At-Taubah: 38)
"Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar”.
(At-Taubah (9) : 111)
"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
[At-Taubah (9) : 41)
Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar”.
(Al-Hujurat: 15)
kita tidak tahu dari tangan siapa kemangan akan datang, maka pastikanlah tanganmu berhak memberikan kemenangan,
Semoga Jakarta Kembali Berjaya seperti nama yang pertama kali diberikan oleh Fatahillah dulu.
JAYA KARTA.
--Ditulis diatas selat sunda, dikelilingi oleh langit biru, dihiasi oleh awan angan-angan kebangkitan Bangsa dan kejayaan Ummat.
Diatas Garuda Kebanggaan Indonesia
M.I.N
18 April 2017

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home