Matematika Kehidupan : Pembilang dan Penyebut
Matematika ? Siapa yang tidak kenal dengan matematika ? sebagian dari kita menganggap salah satu mata pelajaran ini sebagai 'momok' yang menakutkan, menyeramkan, bahkan bisa membuat seseorang hilang nafsu makan (?) *mungkin*
Saya salah seorang yang hobi dengan matematika, sebagian orang hobi menyelesaikan soal, sebagian lagi hobi untuk 'mempersoalkan soal', kesusahan, katanya (perhatikan apakah kepala anda mengangguk saat membaca kalimat ini, anggukkan anda menentukan posisi anda :) )
Saya tidak akan berbicara tentang exponensial, tentang penjumlahan vektor, Aljabar, Matriks, trigonometri atau bahkan limit fungsi. Jangan pusing dulu, jangan tepok jidat dulu, jangan bergerak dulu dari layar anda, saya hanya menyebutkan saja bab-bab matematika, bukan membahasnya :)
*PS: bagi yang tidak kuat membaca bab matematika diatas, harap segera lanjutkan membaca*
"Pecahan"
Ya, inilah bab yang sarat akan makna kehidupan. Namun, tidak semua kita dapat memahami makna dari mempelajari materi ini. Sebagian besar kita hanya menganggap materi ini berguna untuk membagi rata kue kepada beberapa orang, atau bahkan hanya sambilan saja, sebuah materi untuk melengkapi "persyaratan naik kelas".
"Pecahan Hidup"
Dalam keseharian kita, kita selalu dihadapkan kepada pilihan, persoalan, dan pencapaian.
Berapakah umur anda ?
20 tahun ? 30 tahun ? 40 tahun ? 50 tahun ?
Sebagian orang menganggap bertambahnya umur adalah sebuah keselarasan terhadap bertambahnya pencapaian. seolah membenarkan, bahwa 'keleluasaan berpikir', 'kematangan prinsip hidup' dan 'pencapaian tinggi' hanya menjadi hak seorang yang telah menua bersama zaman, memakan asam-ketirnya kehidupan, melulu mengikuti persoalan yang dihantarkan waktu.
"Memaknai Pembilang dan Penyebut dalam kehidupan"
Apakah anda setuju jika konsep "parameter kehidupan meningkat dengan bertambahnya umur" saya nafikkan ? saya katakan "salah" ?
Mari belajar dari pecahan.
Short review :
1. Pembilang adalah angka yang ada di atas, dan penyebut adalah angka yang ada di bawah. dan
2. Nilai dari pecahan akan meningkat jika pembilang dinaikkan jumlahnya, dan penyebut dikurangkan.
Simple. sangat sederhana.
mari kita lanjutkan lagi.
Anggaplah pembilang adalah pencapaian kita, dan penyebut adalah umur.
Lalu, apakah sebuah jaminan, jika "umur" anda (sebagai penyebut) akan memastikan bahwa "pencapaian" (sebagai pembilang) akan bertambah ?
Tidak toh ? Umur anda hanya sebagai patokan waktu, yang "biasanya" seseorang "sudah bisa .... (isi sendiri)" , ya ini hanya asumsi saja, menyamakan dari 'perasaan' dan 'pengalaman'.orang terdahulu.
Pencapaian anda...
Apakah dengan bertambahnya umur, akan meningkatkan Penghasilan ?
Apakah dengan bertambahnya umur, akan menambahkan hafalan Qur'an anda ?
Apakah dengan bertambahnya umur, akan menambah Ilmu Agama anda ?
Tentu Tidak kan ?
Maka marilah berbenah, memperbaiki prinsip hidup,
Bahwa sejatinya, Usia/Umur hanyalah sebuah sekedar pengingat waktu, apakah berarti atau tidak waktumu selama ini ?
bukan sebuah komponen 'kepastian'
dan pencapaian adalah nilai sesungguhnya, sesuatu yang harus kita usahakan.
1. Apakah umur 40 pasti sudah hafal quran ? Apakabar adik-adik kita yang sudah hafidz di Suriah sana di umur kurang dari 8 tahun ?
2. Apakah di usia 50 tahun anda baru rajin ke masjid ? apa tidak malu dengan adik-adik kita di palestina yang shalat tepat waktu dari usia belianya ? bahkan dibawah desingan peluru dan roket.
3. Apakah sama orang yang sudah rajin mengkhatamkan Quran sejak usia 20 tahun dengna mereka yang 'nunggu waktu luang' di usia 40 tahun ?
4. Apakah sama mereka yang membasahi lisannya dengan Dzikrullah sejak bangku SD, dengan mereka yang berdzikir ketika sudah tidak sibuk bekerja saja ?
Adalah kita yang menentukan,
Apa yang harus saya kejar ?
Apa yang harus saya utamakan ?
Apa yang harus saya dapat ?
Dan Umur hanyalah sebagai pengingat,
bahwa segalanya memiliki batas waktu,
bahwa segalanya akan berhenti pada saatnya
sebuah penentu,
apakah yang kita dapatkan selama ini bermakna atau tidak ? banyak atau sedikit ?
dari Umur kita belajar...
Ketika besar pencapaian kita, maka semakin besar nilai kita..
dan
semakin kecil umur kita, semakin besar nilai kita..
Maka perbanyaklah amal, di waktu umur belum seberapa--tua.
Tingkatkan "Nilai pecahan" mu, sebelum Allah Azza wa Jalla menghitung nilai pecahanmu..
#MuhasabahMalam
