PROMKES & PROMAR
Ada yang kenal siapa itu promkes dan promar ? apakah mereka kakak-adik ? atau mereka seorang penemu nobel ? atau mungkin mereka mau makar ? #eh. atau mereka lagi berjuang melawan arus seperti nemo ? #abaikan.
apa itu promkes dan promar ? yok lanjut baca dulu :)
siang ini, sembari mengawali liburan yang "katanya" panjang ini, dan menunggu "jemputan" yang tak kunjung datang di salah satu bandara di palembang, saya memutuskan untuk mengisi perut yang sudah waktunya untuk diisi, tentu saja diisi selain bahasan-bahasan puskes yang nggak ada habisnya tentunya.. yaa walaupun belum memenuhi kriteria gizi seimbang, seenggaknya berat badan seimbang ya #eh
bukan bukan, tulisan ini bukan masalah perut, tapi masalah kantong...eh, bukan juga deng, coba baca terus aja ke bawah.
seiring saya menyusuri selasar di ruang tunggu untuk mencari pengisi perut, sekilas selasar itu terlihat biasa aja, lantai berlapis marmer standar ala bandara, di ujung pandangan ini musholla, dengan posisi kiri dan kanan saya sepanjang selasar dihiasi beberapa outlet makan...
exactly what i'm looking for in this perticular time..
saya mulai berjalan..satu, dua outlet mulai terlewati, sambil mata ini menyisir nama outlet dan juga menu yang tersedia diiringi langkah kaki yang berjalan pelan, ada satu tempat yang menarik disini.
diantara outlet yang berjajar memadati tiap sisi selasar yang kosong, terdapat 1 ruangan, dengan sebuah lambang berlampukan neon-light berwarna biru, bertuliskan "nursery room".
apa ada yang salah dengan nursery room ? tentu kita semua akan bilang "ini kan tempat bagus bro, tujuannya baik, sangat, memberikan privasi, dll."
oke saya setuju, saya nggak mempermasalahkan tentang adanya "nursery room", saya menemukan hal yg menarik, yakni dinding yang menghiasi pintu masuk nursery room itu. Ukuran pintunya standar orang Indonesia, sisanya, itu adalah foto sepasang muda-mudi--saya nggak tahu mereka pasutri atau bukan-- yang sepertinya sih, mau promosi ASI Eksklusif. satu gambarnya si muda setengah jongkok sambil mencium perut si mudi, gambar kedua si mudi lagi ngasih ASI ke bayi seseorang dengan bajunya melorot (Dilarang Baper). Tanpa ada tulisan apapun. Gambar tok.
disini saya kepikiran,
Ini mau promosi Kesehatan (Promkes) atau Promosi Aurat (Promar) ?
atau mungkin, ini sebuah games dari pengelola bandara untuk nutupin aurat orang di gambar ? mungkin dpt doorprize 1 paket pakaian untuk menutup aurat #eh
Apakah kedua gambar itu harus banget ada ya ? kalau gak pake gambar itu apa jadi kurang efektif promkesnya ? Apa orang jadi gak tau kalo nursery room itu ruangan menyusui ? (btw, ada Bahasa Indo nya dibawah nama nursery room)
(bagus nih dibuat penelitian. monggo diteliti :D)
dan kalau gak pake gambar perempuan yg menyusui dgn bajunya yg sengaja "melorot", apakah orang jadi gak tau cara menyusui ? yah bukan apa, bukannya ini malah jadi menurunkan martabat dan harga diri perempuan, seolah bisa dilihat sekehendak khalayak ramai ?
Ciri khas Indonesia dan negara timur lainnya, sebelum masuknya penjajah, kental dengan pakaian yang "sopan" dan "panjang", tangan panjang, rok panjang, dan lain-lain.
Islam mengajarkan menutup aurat untuk mengangkat harga diri dan martabat Perempuan, itu aja.
setelah dijajah kok malah melestarikan kebudayaan orang yg ngejajah ya ? Belanda, inggris, perancis masuk, ngebawa budaya "buka-buka", pas sudah diusir, cuman ngusir orangnya doang, budayanya diambil...hmm.
untuk yg ngomong "kan gambar itu banyak juga bro di tempat lain". Plis bro, udah pernah liat dinding di waiting room bandara palembang sebesar apa ? nggak besar banget kok, cuman sekitar 10 meter x 5 meter, segede itulah kira-kira ya, dibagi 2, setengah buat gambar 1 dan stghnya gambar satu lagi. kecil kan ya ? hehe
dan ini lagi pas aja kepikiran.. tentu saja saya jg kurang setuju gambar yg seperti ini di tempat manapun, bukan hanya di bandara.
siapa tau kebaca sama manager Angkasa Pura II kan, terus besok diganti gambarnya...alhamdulillah.
Semoga tetep fokus Promosi Kesehatan, bukan Promosi Aurat..
cukup kesehatan aja yang dipromosiin, aurat mah jangan.
#PromosiKesehatanBukanPromosiAurat
#TutupAurat
#CeritaSiang

