Saturday, April 29, 2017

PROMKES & PROMAR

Ada yang kenal siapa itu promkes dan promar ? apakah mereka kakak-adik ? atau mereka seorang penemu nobel ? atau mungkin mereka mau makar ? #eh. atau mereka lagi berjuang melawan arus seperti nemo ? #abaikan.

apa itu promkes dan promar ? yok lanjut baca dulu :)

siang ini, sembari mengawali liburan yang "katanya" panjang ini, dan menunggu "jemputan" yang tak kunjung datang di salah satu bandara di palembang, saya memutuskan untuk mengisi perut yang sudah waktunya untuk diisi, tentu saja diisi selain bahasan-bahasan puskes yang nggak ada habisnya tentunya.. yaa walaupun belum memenuhi kriteria gizi seimbang, seenggaknya berat badan seimbang ya #eh

bukan bukan, tulisan ini bukan masalah perut, tapi masalah kantong...eh, bukan juga deng, coba baca terus aja ke bawah.

seiring saya menyusuri selasar di ruang tunggu untuk mencari pengisi perut, sekilas selasar itu terlihat biasa aja, lantai berlapis marmer standar ala bandara, di ujung pandangan ini musholla, dengan posisi kiri dan kanan saya sepanjang selasar dihiasi beberapa outlet makan...
exactly what i'm looking for in this perticular time..

saya mulai berjalan..satu, dua outlet mulai terlewati, sambil mata ini menyisir nama outlet dan juga menu yang tersedia diiringi langkah kaki yang berjalan pelan, ada satu tempat yang menarik disini.

diantara outlet yang berjajar memadati tiap sisi selasar yang kosong, terdapat 1 ruangan, dengan sebuah lambang berlampukan neon-light berwarna biru, bertuliskan "nursery room".

apa ada yang salah dengan nursery room ? tentu kita semua akan bilang "ini kan tempat bagus bro, tujuannya baik, sangat, memberikan privasi, dll."
oke saya setuju, saya nggak mempermasalahkan tentang adanya "nursery room", saya menemukan hal yg menarik, yakni dinding yang menghiasi pintu masuk nursery room itu. Ukuran pintunya standar orang Indonesia, sisanya, itu adalah foto sepasang muda-mudi--saya nggak tahu mereka pasutri atau bukan-- yang sepertinya sih, mau promosi ASI Eksklusif. satu gambarnya si muda setengah jongkok sambil mencium perut si mudi, gambar kedua si mudi lagi ngasih ASI ke bayi seseorang dengan bajunya melorot (Dilarang Baper). Tanpa ada tulisan apapun. Gambar tok.

disini saya kepikiran,
Ini mau promosi Kesehatan (Promkes) atau Promosi Aurat (Promar) ?

atau mungkin, ini sebuah games dari pengelola bandara untuk nutupin aurat orang di gambar ? mungkin dpt doorprize 1 paket pakaian untuk menutup aurat #eh

Apakah kedua gambar itu harus banget ada ya ? kalau gak pake gambar itu apa jadi kurang efektif promkesnya ? Apa orang jadi gak tau kalo nursery room itu ruangan menyusui ? (btw, ada Bahasa Indo nya dibawah nama nursery room)
(bagus nih dibuat penelitian. monggo diteliti :D)

dan kalau gak pake gambar perempuan yg menyusui dgn bajunya yg sengaja "melorot", apakah orang jadi gak tau cara menyusui ? yah bukan apa, bukannya ini malah jadi menurunkan martabat dan harga diri perempuan, seolah bisa dilihat sekehendak khalayak ramai ?

Ciri khas Indonesia dan negara timur lainnya, sebelum masuknya penjajah, kental dengan pakaian yang "sopan" dan "panjang", tangan panjang, rok panjang, dan lain-lain.
Islam mengajarkan menutup aurat untuk mengangkat harga diri dan martabat Perempuan, itu aja.

setelah dijajah kok malah melestarikan kebudayaan orang yg ngejajah ya ? Belanda, inggris, perancis masuk, ngebawa budaya "buka-buka", pas sudah diusir, cuman ngusir orangnya doang, budayanya diambil...hmm.

untuk yg ngomong "kan gambar itu banyak juga bro di tempat lain". Plis bro, udah pernah liat dinding di waiting room bandara palembang sebesar apa ? nggak besar banget kok, cuman sekitar 10 meter x 5 meter, segede itulah kira-kira ya, dibagi 2, setengah buat gambar 1 dan stghnya gambar satu lagi. kecil kan ya ? hehe

dan ini lagi pas aja kepikiran.. tentu saja saya jg kurang setuju gambar yg seperti ini di tempat manapun, bukan hanya di bandara.

siapa tau kebaca sama manager Angkasa Pura II kan, terus besok diganti gambarnya...alhamdulillah.

Semoga tetep fokus Promosi Kesehatan, bukan Promosi Aurat..

cukup kesehatan aja yang dipromosiin, aurat mah jangan.

#PromosiKesehatanBukanPromosiAurat
#TutupAurat
#CeritaSiang

Sunday, April 23, 2017

IZIN MENZALIMI


ceritanya, gue lagi ngantri buat ngambil prasmanan  di salah satu acara kondangan, posisinya gue ngantri di sepertiga depan dari "baris ular" prasmanan ini, nggak terlalu depan sih (walaupun sudah berusaha untuk menjadi terdepan sebelum kehabisan #eh)

eh tetiba, ada bapak2 berperawakan 60-an, dengan rambut yg tak hitam lagi, dateng dari sayap kanan gue, nyerempet2 buat masuk di depan gue, sontak beliau tersenyum lebar seolah "minta acc nyerobot barisan", dilanjutkan dengan kalimat "permisi ya mas", masih dalam senyuman 5cm kiri-5 cm kanan, sangat ikhlas a'la orang Indonesia.

saya balas dengan senyuman yang setara, tanpa mengucapkan satu patah katapun, eh pas aja, bapak yg ada tepat di belakang saya, nyeletuk, "mas, kok ndak maju-maju ya barisannya ?"

dengan gaya orang tak berdosa, saya senyumin juga bapaknya, secara gak mungkin saya nyalahin bapak yg nyerobot tadi... dan berjalanlah terus barisan itu, serasa saya mau cepet2 duduk gak enak sama bapak yg dibelakang saya tadi ._.

ANALISIS 
menurut saya, seharusnya oknum bapak yg nyerobot tadi, seharusnya minta izin bukan ke saya, tapi seyogyanya minta izin sama semua orang yg dirugikan dengan keputusan dia untuk nyerobot--yg membuat orang lain nunggu lebih lama-- lebih tepatnya, semua orang yang ada di belakang saya.

ini termasuk menzalimi, bahkan walaupun sudah minta izin sama saya, saya (mungkin) ikhlas, tapi, apakah orang2 lain di belakang saya ikhlas juga ? belum tentu..

dan secara tidak disadari oknum bapak ini sudah berbuat zalim, dan permintaan izin dan senyumnya itu adalah permohonannya, seolah meminta izin : " maaf saya izin menzalimi hak saudara-saudara sekaliam ya".

dan ingat setiap hak yg diambil, akan diminta lagi di akhirat

“Barangsiapa merampas hak seorang muslim dengan sumpahnya, maka Allah mewajibkan dia masuk neraka dan mengharamkan baginya surga,” maka salah seorang bertanya,”Meskipun sedikit, wahai Rasulullah?” Rasulullah menjawab,”Ya, meskipun hanya setangkai kayu sugi (siwak).
”[HR Muslim]

hak yg dirampas adalah hutang, dan hutang harus dibayar..

“Wahai, Rasulullah. Bagaimana menurut engkau bila aku terbunuh fi sabilillah, apakah dosa-dosaku terhapuskan?” Maka Rasulullah menjawab: “Tentu, bila engkau bersabar dan hanya mengharapkan pahala, terus melangkah maju dan tidak surut mundur, kecuali jika engkau mempunyai hutang. Sesungguhnya Jibril telah mengatakan yang demikian itu kepadaku”. [HR Muslim]

"Tidak halal mengambil harta seorang muslim kecuali dengan kerelaan dirinya.” (HR. Abu Dawud

dalam kondisi bermain-main pun tidak boleh..

"Janganlah salah seorang di antara kamu mengambil tongkat saudaranya baik main-main maupun serius. Jika salah seorang di antara kamu mengambil tongkat saudaranya, maka kembalikankah.” (HR. Ahmad

Barangsiapa yang pernah menzalimi seseorang baik kehormatannya maupun lainnya, maka mintalah dihalalkan hari ini, sebelum datang hari yang ketika itu tidak ada dinar dan dirham. Jika ia memiliki amal saleh, maka diambillah amal salehnya sesuai kezaliman yang dilakukannya, namun jika tidak ada amal salehnya, maka diambil kejahatan orang itu, lalu dipikulkan kepadanya.”
 (HR. Bukhari)

#kondangan
#hatihatinyerobot
#awaskenatikungprasmanan

Tuesday, April 18, 2017

Cuma Satu Suara

Akhir-akhir ini euforia pemilihan kepala daerah DKI Jakarta menjadi santapan sehari-hari bagi seluruh rakyat Republik tercinta ini, bagaimana tidak, setelah sekian lama perhelatan akbar ini berjalan, kini akhirnya kita berdiri tepat di depan masa depan Ibukota kita dengan segala kemajemukannya.

Tapi entah mengapa masih ada hal-hal yang menjadi perhatian saya, salah satunya adalah judul tulisan ini. Sudah baca judulnya ? kalau belum coba anda scroll dulu ke atas hehe.

Beberapa hari yang lalu saya sempat berbincang dengan sahabat yang berbeda pulau dengan ibukota. dan jawaban mereka sama persis dengan judul tulisan ini. dan saya yakin beberapa dari anda yang membaca tulisan ini (mungkin) ada beberapa yang memiliki pemikiran yang sama. entah darimanapun stigmatisasi ini berasal.

bayangkan, jikasaja, seorang pejuang bangsa ini yang ditakdirkan untuk mengusir penjajah, mengucapkan hal yang sama,
"Cuma 1 Orang"
"Cuma 1 Pemuda"

bayangkan jika saat perang Badar, ketika Pasukan Ummat Islam tengah melawan kaum Quraisy yang jumlahnya tiga kali lipat, lalu diantara mereka berkata,
"Cuma 1 Orang"
"Saya Cuma 1 Pedang"
"Cuma 1 Unta"

apa yang akan terjadi ? apakah bangsa ini akan tetap merdeka ? apakah Islam akan tetap menang ?

yakinlah, bangsa ini akan tetap Merdeka, dan Islam akan tetap Berjaya.
pertanyaan sesungguhnya adalah,

"Dimanakah kaki anda berpijak ?"

ketika anda, seorang pejuang kemerdekaan, mundur dari posisi anda, dengan meremehkan "cuma", apakah anda ada di posisi Bangsa ini ? atau di posisi penjajah--secara tidak langsung--?
begitupun saat perang badar, apakah anda ada di bawah panji Rasulullah ? ataukah di bawah komando Quraisy ?

sebagian dari kita bahkan mempertanyakan pengorbanan yang harus kita lakukan, entah itu izin dari pekerjaan, perjalanan yang jauh, dan lain hal.

tapi, bukankah karena pengorbanan itu, olehnya hasil nantinya akan semakin nikmat ?
bukankah dibalik pengorbanan tersimpan sesuatu yang sangat indah ?
karena pengorbananlah letak keistimewaan hal yg kita lakukan..

"Apakah kamu mengira bahwa kamu akan masuk Surga, padahal belum nyata bagi Allah orang-orang yang berjihad di antara kamu, dan belum nyata orang-orang yang sabar.”
[Ali ‘Imran/3: 142]

"Hai orang-orang yang beriman, apakah sebabnya bila dikatakan kepadamu: "Berangkatlah (untuk berperang) pada jalan Allah" kamu merasa berat dan ingin tinggal di tempatmu? apakah kamu puas dengan kehidupan di dunia sebagai ganti kehidupan di akhirat? padahal kenikmatan hidup di dunia Ini (dibandingkan dengan kehidupan) diakhirat hanyalah sedikit”.
(At-Taubah: 38)

"Sesungguhnya Allah Telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh. (Itu Telah menjadi) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil dan Al Quran. dan siapakah yang lebih menepati janjinya (selain) daripada Allah? Maka bergembiralah dengan jual beli yang Telah kamu lakukan itu, dan Itulah kemenangan yang besar”.
(At-Taubah (9) : 111)

"Berangkatlah kamu baik dengan rasa ringan maupun dengan rasa berat, dan berjihadlah dengan harta dan jiwamu di jalan Allah. Yang demikian itu adalah lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.”
[At-Taubah (9) : 41)

Sesungguhnya orang-orang yang beriman itu hanyalah orang-orang yang percaya (beriman) kepada Allah dan Rasul-Nya, Kemudian mereka tidak ragu-ragu dan mereka berjuang (berjihad) dengan harta dan jiwa mereka pada jalan Allah. mereka Itulah orang-orang yang benar”.
(Al-Hujurat: 15)

kita tidak tahu dari tangan siapa kemangan akan datang, maka pastikanlah tanganmu berhak memberikan kemenangan,

Semoga Jakarta Kembali Berjaya seperti nama yang pertama kali diberikan oleh Fatahillah dulu.
JAYA KARTA.

--Ditulis diatas selat sunda, dikelilingi oleh langit biru, dihiasi oleh awan angan-angan kebangkitan Bangsa dan kejayaan Ummat.
Diatas Garuda Kebanggaan Indonesia

M.I.N
18 April 2017

Friday, April 14, 2017


SALAH KAPRAH #2

“ISLAM TIDAK PERLU DIBELA ?”


#1 “Biar Allah swt. aja,”

"Sob udahlah gak usah nge-share berita-berita yg “panas” lagi. Nanti juga dibales Allah swt. Sob, tungguin aja, kita nunggu ajalah, gak usah ribet-ribet mau ikut campur, toh ada Allah swt..”

Perang Badar itu dimenangkan lewat bantuan Allah swt., perang Khandak dimenangkan juga oleh Allah swt., dan perang-perang lain. Pertanyaannya, apakah ummat islam diwaktu itu Cuma “nunggu” aja ? hanya berdoa di setiap waktu ? tentu tidak. Kita berusaha, kita berperang. Allah swt. Menentukan dan memberikan Rahmat-Nya. kita mati, dan kita akan dihidupkan kembali kelak. Pertanyaannya, kita mau ikut “perang”, atau kita mau “nunggu” doang ?


“Siapa yang memberikan pinjaman kepada Allah dengan kebaikan maka Allah akan mengganti dengan berlipat ganda.” (QS. al-Baqarah: 245)

Relakah kita meminjamkan raga ini untuk Islam ? Sanggupkan Hati ini menancapkan semangat Tauhid ?

“Hai orang-orang mukmin, jika kamu menolong agama Allah, niscaya Dia akan menolong kalian dan mengokohkan kaki kalian.” (QS. Muhammad: 7)
"Hai orang-orang yang beriman, jadilah kamu penolong (agama) Allah sebagaimana ‘Isa ibnu Maryam telah berkata kepada pengikut-pengikutnya yang setia: “Siapakah yang akan menjadi penolong-penolongku (untuk menegakkan agama) Allah?” Pengikut-pengikut yang setia itu berkata: “Kamilah penolong-penolong agama Allah”, lalu segolongna dari Bani Israil beriman dan segolongna lain kafir; maka Kami berikan kekuatan kepada orang-orang beriman terhadap musuh mereka, lalu mereka menjadi orang yang menang”
(QS. As-Shaf (61) : 14) 
"Sungguh Allah akan menolong orang yang membela-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Maha Perkasa." (QS. al-Hajj: 40)


#2. “Tiap orang bisa jadi baik”

"Udahlah, do’a-in aja sob, Umar bin Khattab yang dulunya penentang terbesar di jaman Rasulullah saw. Aja bisa jadi Khulafaur Rasyidin, Khalid bin Walid yang dulu memimpin perang uhud di pihak Kafir Quraisy juga akhirnya jadi Panglima Rasulullah yang menaklukkan Persia. kenapa kita nggak berdoa untuk hal yang sama untuk orang yang belum dapat hidayah--yang berbuat buruk ke agama ini-- di sekitar kita (dan Indonesia) ?"

Bukan hak kita untuk mengatakan orang ini akan mendapatkan hidayah, atau tidak. tapi hidayah itu milik Allah swt. semata. Pertanyaannya, apakah Rasulullah saw. tidak memerangi umar bin khattab saat belum memeluk Islam ? Apakah Rasulullah saw. berhenti memberitakan kebenaran ? Tentu tidak. Tugas kita adalah sampaikan, jika tidak diterima ya legowo saja, kewajiban kita sudah selesai, tapi ketika agama ini dihina, disaat itulah keimanan kita diuji. Akankah hati ini tergerak untuk membela ? atau mengelak ?

"Tiadalah sepatutnya bagi Nabi dan orang-orang yang beriman memintakan ampun (kepada Allah) bagi orang-orang musyrik walaupun orang-orang musyrik itu adalah kaum kerabat(nya), sesudah jelas bagi mereka bahwa orang-orang musyrik itu adalah penghuni neraka Jahannam."
(QS. At-Taubah [9] : 113)  
"Sesungguhnya kamu tidak akan dapat memberi hidayah kepada orang yang kamu kasihi, tetapi Allah memberi hidayah kepada orang yang Dia kehendaki”
(QS. Qashash [28] : 56) 
“Demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia.”
(QS. al-An’am: 112)

Hidup kita enggak lama sob, pedang ini tidak akan berpindah tangan tidak pula akan terhunus sendirinya. sedangkan gendang ini tidak akan dipukul kecuali oleh kita,dan juga pancang ini tidak akan ditegakkan tanpa punggung kita yang siap menunjangnya.

Jadi, bagian mana yang ingin engkau ambil ? Pedang, Gendang atau Pancang ?

“Perang” ini akan tetap dimenangkan oleh Allah swt. melalui tangan-tangan Mujahid-Nya, apakah engkau akan berada dalam barisan-Nya ?

“Tidaklah sama antara mukmin yang duduk (yang tidak turut berperang) yang tidak mempunyai udzur dengan orang-orang yang berjihad di jalan Allah dengan harta mereka dan jiwanya. Allah melebihkan orang-orang yang berjihad dengan harta dan jiwanya atas orang-orang yang duduk, satu derajat. Kepada masing-masing mereka Allah menjanjikan pahala yang baik (surga) dan Allah melebihkan orang-orang yang berjihad atas orang yang duduk dengan pahala yang besar.” (QS. An-Nisaa [3]`: 95)

Semua yang kita korbankan, akan menjadi saksi, Kuota internet mu untuk menyebarkan kebenaran, lisanmu yang mengajak menegakkan keadilan, hingga tetes air matamu yg tidak rela agama ini terus direndahkan..

“Sesungguhnya Allah telah membeli dari orang-orang mukmin diri dan harta mereka dengan memberikan surga untuk mereka. Mereka berperang pada jalan Allah; lalu mereka membunuh atau terbunuh…Dan siapakah yang lebih menepati janji selain Allah ? maka bergembiralah dengan jual beli yang telah kamu lakukan, dan itulah kemenangan yg besar” (QS. at-Taubah [9]: 111)