Wednesday, February 11, 2015

Kisah Embun Pagi

Pagi ini Embun pagi menyambut hari, seraya memberi semangat, dan seraya mengingatkan berjuta embun dahulu yang terlewatkan..
dan bercerita tentang satu hal.. tentang mereka yang tak tergantikan…
Mengingatkan  akan hari-hari penuh gelak tawa bersama mereka 
mengingatkan akan goresan senyum yang hadir pada raut wajah keduanya saat melihat bocah kecilnya untuk pertama kalinya…
Saat keheningannya terisi oleh suara baru, suara yang dinanti-nanti

Masih akankah saat-saat itu terulang kembali ?
Saat melepasmu bepergian, mungkin mereka tersenyum, karena mereka tak ingin engkau tahu kerinduan dalam hatinya
Saat mereka terlihat sehat segar, mungkin mereka hanya tidak ingin membuatmu khawatir dan menganggu rutinitas mu 
Dan sekarang, saat semua sudah mulai berubah, ketika rambutnya tak lagi sehitam dulu, ketika suaranya tak lagi selantang kemarin, ketika engkau sudah mulai sibuk dengan dunia mu sendiri, 
mungkin yang mereka harap hanya satu….
Mendengar suara yang sudah lama tak hadir di sunyinya malam, bersanding dengan kesyahduan dibawah cahaya rembulan
Suara yang meramaikan rumah tua yang tak berpenghuni kecuali keduanya..
Ketika senyum tak bisa dipersembahkan, ketika waktu tak mengizinkan untuk bertemu sapa, dan…
Jika Engkau tidak bisa hadir di samping mereka, 
pastikanlah do’a mu selalu menyertai keduanya
Biarlah keduanya tak mengetahui apa pintamu,
Biarlah dirimu dan Tuhan yang tahu, dan waktu akan mengungkap segalanya..
akan ada saat dimana mereka akan tersenyum akan apa yang dielu-elukan oleh bocah kecilnya….
dan itu adalah saat bocah kecilnya tak lagi bisa bersama mereka, tapi mereka akan selalu bersama mu… 
Salam Hangat dari bocah kecil yang melalang buana di Pulau seberang

Tuesday, February 10, 2015

Ketika Ia Mencintaimu

Ketika Ia Mencintaimu
Ia akan membuatmu menangis
Menangis hingga mata mu tak sanggup lagi menatap ke arah ufuk senja
Karena Ia mengingatkanmu akan waktu yang kau habiskan dengan semena-mena
Mengingatkanmu akan ladang amal yang kau bakar sia-sia
Dan tumpukan kesalahan yang tak pernah kau tengok

Ketika Ia Mencintaimu..
Ia Akan Meninggalkanmu...
Meninggalkanmu bersama orang-orang pilihannya
Bersama mereka yang akan memperindah hidupmu
Mereka yang bersanding dan menggopoh waktu bersamamu

Ketika Ia Mencintaimu...
Ia akan membuatmu menunggu...
Menunggu...menunggu... dan menunggu...
Bukan karena tak ingin memberi, hanya sebuah misteri waktu
Menukar hal termahal yang tak kan dapat engkau ulang
Dan merajutnya menjadi pintalan akhir tak terelakkan eloknya

Ketika Ia Mencintaimu...
Ia Akan memberimu penyesalan
Penyesalan ketika engkau tak menyisakan waktu untuk bertemu
Penyesalan akan hal-hal yang mungkin tak terpikirkan oleh siapapun
Membuatmu terbangun dari mimpi yang fana
Merasakan hangatnya sinar matahari


Suatu hari nanti,
Waktu akan mengungkap tabirnya, Bumi kan menggelar jalannya, dan langit kan memayungi dengan gagahnya

Dan Engkau akan berkata,
“Terima Kasih atas cinta Mu selama ini, Semoga Aku dapat bertemu dengan-Mu esok nanti”


“Mereka yang dapat merasakan nikmatnya perjalanan, akan tersanjung oleh indahnya halaman Tujuan
Dan Mereka yang mencari, pada akhirnya akan menemukan yang dicari”

Malang, 10 Februari 2015
Bersama terpaan sejuk embun pagi, hari terakhir di tengah arek-arek suroboyo