Saturday, December 27, 2014

Sisa-Sisa Azzam ditengah Az-Zulumat

Kadangku berpikir, mengapa jalan ini selalu sepi, mengapa jalan ini selalu berliku
bagai tak ingin dilewati, bagai terbuat, tapi tidak untuk diseberangi.

Aneh, tapi nyata,
Ketika orang di sekitarmu melarangmu untuk membaca buku Fiqh, tetapi menggalakkan untuk melototi novel-novel karya manusia 
Mereka melihat dengan corak mata tak awam ketika engkau mengucapkan dalil serupa hadits yang benar-benar tak diragukan lagi isinya, akan tetapi meneriakkan lagu-lagu bak tong kosong tak berarti
Ketika mereka disekitarmu, tertawa mendengar guyonan, tapi tak seorang pun menangis mendengar peringatan yang di lantunkan oleh qori' saat membaca Al-Qura'nul Kariim
Dan Mereka selalu berbicara tentang elok dan buruk nya seseorang, tapi menarik diri ketika membicarakan hal muamalah dan kepentingan Ummat
Mereka sanggup menyimak tayangan televisi peruntukan barat, tapi mengapa langsung tergantikan channel itu ketika tabligh akbar disiarkan ?
Ketika rela berkelahi dengan sesama demi untuk mendapatkan tiket masuk konser musik/bioskop, tetapi Shaf Pertama yang dijanjikan tiket menuju Al-Jannah, kau biarkan berdebu ?
Ketika buku tebal ilmu dunia dapat dilahap hingga tiap kalimatnya, tapi 1 Juz di Al-Qur'an pun tak tertanam dalam dirimu..


Mengapa....
Mengapa sekarang ilmu tauhid bagaikan Hal Tabu untuk dipelajari ?
Mengapa Al-Qur'an bagai Buku kusam yang kau tengok pun tak usung ?
Mengapa diskusi pencerah jiwa, dianggap bak asap mematikan, memekikkan telinga ?

Dan sejuta "Mengapa" yang masih tertanam di palung hati terdalam...


Entahlah,
Mungkin memang inilah jalan yang dijanjikan itu..
Bukan tentang benar atau salah, tapi berani menyampaikan kebenaran atau hidup dalam kezaliman..
Bukan tentang siapa Guru siapa murid, siapa murabbi dan siapa mutarabbi, tapi ini tentang kedudukan hatimu di sisi Allah untuk berdakwah akan Al-Haq 


Aku hanya bisa berbisik..
Oh, jadi ini fenomena di zamanku..
mungkin dunia ini memang sudah tua,,,
Mungkin Bumi ini telah lelah akan segala hiruk pikuknya..
Menunggu panggilan terakhirnya..
Untuk mengakhiri perjalan panjangnya..

Kini hanya ada 2 pilihan,
Tetap Berdiri kokoh layaknya Khalid bin Walid menghunuskan pedang di tengah medan perang, dan menghidupkan kembali yang mati, menerangi kembali yang terpendam dalam kegelapan walaupun dengan segelintir sisa pejuang...

Atau, 
Engkau bisa menundukkan kepalamu, menutup matamu, mengunci mulutmu dan menekuk lututmu, menyerah pada kejahiliyahan, kebohongan yang nyata... dan menikmati kenikmatan fana... 

Apakah engkau akan beridiri atau berpaling ? 
Tentukan Pilihanmu....



Rasulullah saw. bersabda, "Akan datang kepada manusia, suatu zaman yang ketika itu orang yang sabar di atas agamanya seperti menggenggam bara api"
(h.r. Tirmidzi)

"Tidak akan datang hari akhir, sampai orang-orang meremehkan ilmu agama dan mengagungkan ilmu dunia, dan ilmu agama itu tercabut dari dunia"

Sunday, December 14, 2014

Tapak Kaki (Terakhir) di Simpang Jalan

Hari ini, tepat 1 hari setelah kejadian sakral, suatu perkumpulan, forum tertinggi, forum persidangan terpenting seorang aktivis. Tepat 1 hari, setelah 3 kali ketukan palu, ketukan palu teristimewa, ketukan palu yang mengangkat seluruh beban yang telah lama bersemayam diatas bahu, ketukan yang menghancurkan bongkahan tugas dan kewajiban, dan ketukan yang meluluhlantakkan waktu.

Entah, perasaan senang, sedih, menyesal, hingga syukur, semua tercampur menjadi satu..
tawa dan tangis menjadi nostalgia yang tak terlupakan,

Rasa pusing dan lelah bagai menjadi pernak-pernik, warna-warni yang memperindah masa kebanggaan itu, mengingatkan akan masa-masa penuh cerita yang tak dapat dilukiskan dengan kata-kata,, pun tulisan ini terasa masih jauh dari sempurna, dibandingkan dengan seluruh kisah dan perjalanan yang sudah kita coret bersama di lembar sejarah...

Tak Terasa, Ternyata telah genap satu tahun kita menapaki jalan ini, menyusuri jalan organisasi yang tidak semua orang berani menopang amanah ini.   

Sungguh, perjalanan ini terlalu panjang untuk dijalani, terlalu singkat untuk dikenang
Semangat ini terlalu besar untuk dikeluarkan, juga terlalu kecil untuk membakar kekurangan dan melenyapkan 
Telah banyak yang terkenang, dan terlalu sedikit ruang untuk menuangkannya satu per satu..

Dan disini terangkai sebuah kompilasi, rangkuman, sebuah catatan milik kita bersama, semoga dapat menjadi pengingat akan masa-masa penuh kebersamaan, masa-masa dengan kucuran keringat, masa-masa yang tak terlupakan bersama para orang-orang hebat di masa yang penuh 

Entah apa yang akan dikatakan oleh mereka diluar sana, tapi bagiku, engkau akan tetap menjadi saudara perjuangan yang tak tergantikan..


Teruntuk seluruh saudara perjuanganku,
Para Aktivis di Kampus Kuning,
Teruntuk kalian yang telah menemani dalam perjalanan yang tak tersandingkan dengan sesuatupun jua..
Semoga kebersamaan ini tetap terajut dengan pintalan benang hangat bernama Kekeluargaan, dan semoga kisah ini tetap terngiang-ngiang di ingatan mu, bahkan sampai waktu tak mengizinkan lagi untuk bercerita... bercerita tentang kegagahanmu... sahabatku....



Sampai Jumpa di Persimpangan Jalan Selanjutnya Wahai orang-orang terpilih..

Terima Kasih atas Dedikasi, Kontribusi, dan segala bentuk pengorbanan mu yang tak tergantikan...

Salam,
Rekan seperjuanganmu

--------
Palembang, 14 Desember 2014, 
24 Jam Pasca Pembacaan Laporan Pertanggungjawaban BEM KM FK Unsri Masa Bakti 2013-2014, sekaligus Pendemisioneran Kepengurusan dan menutup buku catatan perjuangan, para pejuang kampus kuning...
--------

"Engkau tidak akan tahu siapa temanmu, sampai mereka melewati badai bersamamu, menerjang ombak, melewati lika-liku kehidupan dan tetap berdiri tegak di sampingmu hingga detik terakhir"

"Mereka yang berjuang akan gugur, Mereka yang bersuara akan terdiam, mereka yang berjalan, akan berhenti, dan itu semua menjadi goresan yang tidak akan digoreskan oleh siapapun jua..