Sisa-Sisa Azzam ditengah Az-Zulumat
Kadangku berpikir, mengapa jalan ini selalu sepi, mengapa jalan ini selalu berliku
bagai tak ingin dilewati, bagai terbuat, tapi tidak untuk diseberangi.
Aneh, tapi nyata,
Ketika orang di sekitarmu melarangmu untuk membaca buku Fiqh, tetapi menggalakkan untuk melototi novel-novel karya manusia
Mereka melihat dengan corak mata tak awam ketika engkau mengucapkan dalil serupa hadits yang benar-benar tak diragukan lagi isinya, akan tetapi meneriakkan lagu-lagu bak tong kosong tak berarti
Ketika mereka disekitarmu, tertawa mendengar guyonan, tapi tak seorang pun menangis mendengar peringatan yang di lantunkan oleh qori' saat membaca Al-Qura'nul Kariim
Dan Mereka selalu berbicara tentang elok dan buruk nya seseorang, tapi menarik diri ketika membicarakan hal muamalah dan kepentingan Ummat
Mereka sanggup menyimak tayangan televisi peruntukan barat, tapi mengapa langsung tergantikan channel itu ketika tabligh akbar disiarkan ?
Ketika rela berkelahi dengan sesama demi untuk mendapatkan tiket masuk konser musik/bioskop, tetapi Shaf Pertama yang dijanjikan tiket menuju Al-Jannah, kau biarkan berdebu ?
Ketika buku tebal ilmu dunia dapat dilahap hingga tiap kalimatnya, tapi 1 Juz di Al-Qur'an pun tak tertanam dalam dirimu..
Mengapa....
Mengapa sekarang ilmu tauhid bagaikan Hal Tabu untuk dipelajari ?
Mengapa Al-Qur'an bagai Buku kusam yang kau tengok pun tak usung ?
Mengapa diskusi pencerah jiwa, dianggap bak asap mematikan, memekikkan telinga ?
Dan sejuta "Mengapa" yang masih tertanam di palung hati terdalam...
Entahlah,
Mungkin memang inilah jalan yang dijanjikan itu..
Bukan tentang benar atau salah, tapi berani menyampaikan kebenaran atau hidup dalam kezaliman..
Bukan tentang siapa Guru siapa murid, siapa murabbi dan siapa mutarabbi, tapi ini tentang kedudukan hatimu di sisi Allah untuk berdakwah akan Al-Haq
Aku hanya bisa berbisik..
Oh, jadi ini fenomena di zamanku..
mungkin dunia ini memang sudah tua,,,
Mungkin Bumi ini telah lelah akan segala hiruk pikuknya..
Menunggu panggilan terakhirnya..
Untuk mengakhiri perjalan panjangnya..
Kini hanya ada 2 pilihan,
Tetap Berdiri kokoh layaknya Khalid bin Walid menghunuskan pedang di tengah medan perang, dan menghidupkan kembali yang mati, menerangi kembali yang terpendam dalam kegelapan walaupun dengan segelintir sisa pejuang...
Atau,
Engkau bisa menundukkan kepalamu, menutup matamu, mengunci mulutmu dan menekuk lututmu, menyerah pada kejahiliyahan, kebohongan yang nyata... dan menikmati kenikmatan fana...
Apakah engkau akan beridiri atau berpaling ?
Tentukan Pilihanmu....
Rasulullah saw. bersabda, "Akan datang kepada manusia, suatu zaman yang ketika itu orang yang sabar di atas agamanya seperti menggenggam bara api"
(h.r. Tirmidzi)
"Tidak akan datang hari akhir, sampai orang-orang meremehkan ilmu agama dan mengagungkan ilmu dunia, dan ilmu agama itu tercabut dari dunia"
