Untukmu Sang Perindu..
Untukmu Sang
Perindu...
Wahai jiwa yang merindukan masa lalu nan indah
Merindukan sekilas kenangan
disaat semua tersenyum akan kehadiranmu
Dan engkau memberikan senyum pertamamu
Seakan memberi salam kepada dunia
“Selamat datang nak”...
Merindukan sekilas kenangan
disaat semua tersenyum akan kehadiranmu
Dan engkau memberikan senyum pertamamu
Seakan memberi salam kepada dunia
“Selamat datang nak”...
Wahai Jiwa yang lelah, perindu peristirahatan indah..
Apa yang kau cari, apa yang kau tuju
layaknya pegunungan tertutup oleh kabut nan tebal
Berjalan tanpa arah, bagai pengelana tanpa peta
Seakan mencari kebenaran yang kian buram
Cahaya yang kian redup mengawal mu
Entah sampai kapan, mata sayupmu kian menutup
terbesit dalam hati bisikan untuk berhenti...
Api asa masih tetap terbakar, untuk cita-cita yang engkau dambakan
Untukmu yang merindukan pertemuan
Pertemuan elok dengan nya..
Insan yang merindu kehadiranmu
Bola mata yang menunggumu di seberang lautan
Berharap dapat berjumpa dengan pujaan hatinya..
Untukmu yang mengadu pada sang malam
Pada malam yang tak pernah berbohong kepada Siang
Berharap jawaban tulus di keheningan malam
Ketika tiada satu lisan pun terucap
Bisikan rumput pun menjawab kekosongan
Seakan mengucap,
Selamat Malam wahai perindu,
Perindu kasih, pendulam sepi
terucap salam dari yang merindukanmu
Mimpi Indah..
Apa yang kau cari, apa yang kau tuju
layaknya pegunungan tertutup oleh kabut nan tebal
Berjalan tanpa arah, bagai pengelana tanpa peta
Seakan mencari kebenaran yang kian buram
Cahaya yang kian redup mengawal mu
Entah sampai kapan, mata sayupmu kian menutup
terbesit dalam hati bisikan untuk berhenti...
Api asa masih tetap terbakar, untuk cita-cita yang engkau dambakan
Untukmu yang merindukan pertemuan
Pertemuan elok dengan nya..
Insan yang merindu kehadiranmu
Bola mata yang menunggumu di seberang lautan
Berharap dapat berjumpa dengan pujaan hatinya..
Untukmu yang mengadu pada sang malam
Pada malam yang tak pernah berbohong kepada Siang
Berharap jawaban tulus di keheningan malam
Ketika tiada satu lisan pun terucap
Bisikan rumput pun menjawab kekosongan
Seakan mengucap,
Selamat Malam wahai perindu,
Perindu kasih, pendulam sepi
terucap salam dari yang merindukanmu
Mimpi Indah..
Terajut dengan untaian kasih, dan
Tinta air mata..
Semoga engkau sehat selalu..
Labels: Poetry
