Friday, October 17, 2014

Jabatan atau Amanah ? Anugrah atau Ujian ?

Bismillahirrahmanirrahim
Tulisan ini kudedikasikan untuk seluruh Saudara Seperjuanganku, kalian yang memikul amanah


"Sungguh menjadi Seorang Pemimpin itu laksana meletakkan kakimu, kaki kananmu di Surga, dan kaki kirimu di Neraka, maka berhati-hatilah" 

Sadarkah kalian sahabat,
Amanah bukan sekedar kata.
Amanah bukan kebanggan semata
Amanah tak berakhir di Dunia

Lalu bagaimana dengan kata jabatan ? acap kali kita mendengar "jabatan", tapi apakah engkau tahu arti sesungguhnya dari mengemban jabatan tersebut sahabat ? apakah dengan engkau diberikan ataupun mendapatkan jabatan, engkau laksana elang yang terbang tinggi yang dapat mendapatkan apapun kehendakmu ? Apakah ketika engkau mendapatkan gelar dari jabatan tersebut, membuatmu bagai terbang di atas awan, dapat melintas atas segala rintangan ?
Apakah dengan jabatan, engkau dapat lolos dari Hari Pembalasan wahai Saudaraku ?

Sungguh ketir hati ini ketika harus menerima amanah ini, bagaimana tidak, seorang dengan gelar Tabi'in, seorang yang menyaksikan hadirnya Rasulullah saw. , sang Uswatun Hasanah di depan kedua bola matanya, seorang yang dijanjikan oleh Allah swt. sebagai sebaik-baiknya Ummat hingga akhir zaman, merekapun tak kunjung resah ketika dititipkan amanah sebagai pemimpin Ummat, menjadi seorang yang begitu dipatuhi, menjadi seorang suri tauladan yang amat diperhatikan oleh tiap bola mata di kala itu.

Takut, Takut apakah nantinya dapat ku pertanggungjawabkan amanah ini kelak ?
Takut, Takut ketika engkau ditanyakan tentang apa yang telah engkau lakukan dengan amanah ini, karena sang penanya bukanlah manusia yang memiliki segudang kekhilafan, tapi, Ia adalah Rabb, Dzat yang maha Adil, Dzat yang maha sempurna..
Takut, ketika terdapat 1 keluhan saja, 1 pemikiran dalam hati tak puas, 1 keluh kesah yang tak terjawab, saat itulah api neraka siap menerkam bak halilintar..

akankah ku selamat dari hari dimana tak ada sebiji sawipun lewat dari pengawasan..
akankah ku berhasil melewati hari penimbangan, dimana seluruh amanah akan diminta pertanggungjawaban..
akankah... akankah... ku bisa bertemu dengan Sang Khalik dengan amanah ini ?...

Bagaimana dengan senyumku ? apakah salah jika aku tersenyum disaat amanah tak kunjung terselesaikan..
Bagaimana dengan canda dan tawaku ? apakah itu tepat ? disaat gunung, langit, dan matahari menolak amanah, sedangkan kita dengan congkak nya menerima amanah ini.. seperti berbangga, disaat yang lain menangis..
Bagaimana dengan waktuku ? layakkah waktuku kuhabiskan untuk diriku sendiri... sudahkah kulakukan kemampuan terbaikku untuk mu wahai sahabat yang mempercayakan amanah ini ?
Bagaimana dengan tidurku ? layakkah aku tidur disaat ada sebongkah batu bernama "amanah" membebani pundakku ?
Bagaimana... pertanggungjawabanku kelak ?...... akankah Ia, Yang Maha Adil, menerima ku di sisi-Nya ?


Ingin rasanya kuputar ulang waktu, menanggalkan kepercayaan yang telah diberikan kepadaku..
Ingin rasanya kuberlari, melintasi padang pasir, menyebarangi lautan, mencari tempat yang membuatku tak perlu mengingat ini semua...
sungguh... sungguh... ini terlalu berat..
Jikalau engkau ada disampingku saat ini, kuingin kau tahu, tak sedetik pun aku lewatkan tanpa mengingat hari pertanggungjawaban..
Jikalau engkau mendengarku, kuingin kau dengar, sebongkah penyesalan, penyesalan yang tak kunjung habis, menyesalkan perbuatanku yang mungkin,, tidak memenuhi harapan, harapan mereka yang memberikan amanah ini pada seorang yang mereka anggap mampu..


Kau mungkin melihatku tertawa, melihatku tersenyum, melihatku nyaman atas semua ini,
sekali-kali tidak saudaraku..

Karena kadang,
Mereka yang tersenyum terlebar, memiliki penyesalan terdalam
Mereka yang tertawa paling kencang meyimpan sejuta kesedihan
Mereka yang terlihat nyaman, menyembunyikan ketakutan terbesar



Semoga kita dapat bertemu lagi
di hari dimana tidak ada kesalahan,
dimana seluruh hal terkecil dipertanggungjawabkan,
dimana setiap makhluk menerima balasan atas perbuatannya
semoga kita bertemu dengan wajah berseri, senyum yang ikhlas, dan tangisan bahagia..
di Taman terindah, Fii Jannatul 'Adn

Semoga engkau selamat dihari ini...Wahai saudara seperjuanganku...

"Sesungguhnya, kami telah mengemukakan amanah kepada langit, bumi, dan gunung-gunung, namun semuanya enggan untuk memikul amanah itu. Mereka khawatir akan mengkhinatinya dan dipikullah amanah itu oleh manusia. Sesungguhnya, manusia itu amat zalim dan amat bodoh."
(Q.S. Al-Ahzab : 72)

Perumpamaan surga yang dijanjikan kepada orang-orang yang takwa ialah (seperti taman). mengalir sungai-sungai di dalamnya; buahnya tak henti-henti, sedang naungannya (demikian pula). Itulah tempat kesudahan bagi orang-orang yang bertakwa; sedang tempat kesudahan bagi orang-orang kafir ialah neraka. (Ar-Ra'du 13:35)


Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home