Sunday, October 19, 2014

Darah Juang Kami, Mengapa Aku Disini, Mengapa Mereka Disana, Renungan Malam dari Seorang Hamba..

Bismillahirrahmanirrahim

Kadang aku termenung, mengapa aku harus dilahirkan disini, sedangkan ada tanah di ujung dunia sana, yang menyediakan "jalan pintas" untuk bertemu dengan Maha Rindu, Jalan yang ditempuh oleh para mujahid terdahulu, yang mereka dapat mengawali langkah dengan "Allahu Akbar!" dan mengakhirinya dengan "Laa ilaa ha ilallah", senyumnya merupakan senyum terindah, matanya terpejam dengan sebaik-baiknya ikhlas, seraya berkata "Akhirnya aku memenuhi Hak ku ya rabb, dan akhirnya aku dapat bertemu dengan-Mu".

Dimana lagi kalau bukan di bumi Al-Aqsha, Tempat kelahiran pejuang-pejuang tangguh, yang tak lekang di terkurung waktu, yang tak hilang terasingi oleh dunia nan gelap. Mereka yang di hatinya tercetak lafazh "Laa ilaa ha illallah", tertanam semangat Fii Sabilillah, dari tangan mereka Terhunus pedang tertajam, dari lisan mereka terucap lisan tertangguh, dari mata mereka terpancar cahaya keyakinan yang terang benderang, layaknya singa yang siap menerjang mangsa, dalam tegap hati berkata, "Hadapilah aku ! sungguh jiwaku berada di Tangan Allah, dan hanya kepada Allah lah aku akan memenuhi hak ku !"

Wahai Saudaraku,
Disaat aku masih disini masih dihadapkan pada permasalahan "Benar atau Salah", dirimu di ujung khatulistiwa sana selalu dihadapkan dengan pertanyaan "Merdeka atau Syahid".
Disaat kami disini terbuai dengan lagu-lagu tak berisi, tak berarti, bak tong kosong yang tak berharga, kalian sedang menghafal dan melantunkan ayat-ayat Kitabullah nan syahdu
Disaat kami disini mencapai angka 30 dalam menghafal lirik lagu yang tidak dibawa mati, kalian bahkan telah hafal Al-Qur'anul Karim, mulai dari Ummul Kitab, Al-Fatihah, hingga surah An-Naas, hingga tiap huruf, sukun, dan tajwid pun telah mengakar di Hati kalian...
Disaat kami disini disibukkan dengan politik yang memecahbelah ummat, kalian memiliki Satu alasan untuk berjuang, dengan lantang terucap dari lisanmu,  "Disinilah aku dilahirkan, dan disinilah Islam dilahirkan, Maka tidak akan ada seorangpun yang akan mengalahkan Islam, sebelum mengalahkanku",

Bersatu di bawah satu Khilafah, terpacu oleh satu api semangat, dan tertancap oleh satu panji berlafadzkan "Laa Ilaaha ilallah"


Betapa Hina nya kami di mata kalian..
Betapa rapuhnya Iman kami jika disandingkan dengan mu wahai saudaraku
Betapa hancurnya kami, jika saja Allah menghendaki, mungkin hanya kalianlah yang layak untuk tetap menegakkan panji Islam..
Dimanakah kami akan menunggumu ? jika saja bukan karena kasih dan sayang Allah, niscaya kami sudah tergantikan oleh ummat yang lain..
Dimanakah kami akan berpulang ? layakkah kami bersanding surga bersama mu wahai Amirullah ?
Sedang tergores luka sedikitpun belum kami cicipi, engkau sudah bermandikan peluru, kucuran darah sudah menjadi izzah mu..


Akankah kami mewarisi semangat juangmu wahai Pejuang ?

Namun akhirnya kusadari, tiada lahan di bumi ini selain bernamakan "Lahan Perjuangan"
Mungkin inilah perjuangan ku, perjuangan kami, Tugas yang diberikan oleh Sang Khalik kepada kami disini..
Untuk memperjuangkan Haq yang mulai memudar,
Untuk mengingatkan kepada yang lupa
Untuk Menegakkan Panji yang hampir terjatuh
Untuk meluruskan kebathilan yang mulai mendarah daging
Untuk esok kami pertanggungjawabkan kepada Yang Maha Kuasa,
Inilah Darah Juang Kami..


Disini kami berjuang,
Disini kami Mati,
Dan disinilah Islam akan Bangkit...

Tertanda,
Saudara yang merindukan pertemuan denganmu,

Labels:

0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home