Dakwah, Bukan Untuk yang Memilki Gelar, Tapi Mereka yang Memiliki Hati..
Bismillahirrahmanirrahim
Pernahkah anda berbicara pada orang lain ?
Pernahkah anda berbuat sesuatu dan dilihat oleh orang lain ?
Pernahkah anda mengajak seseorang ke suatu tempat yang anda inginkan ?
Tentu jawaban dari pertanyaan diatas pasti "Ya, pernah". Namun timbul pertanyaan lagi dari ketiga pertanyaan tersebut,
Pembicaraan seperti apa yang anda lisankan dengan orang lain ?
Perbuatan seperti apa yang anda pertontonkan ke orang lain ?
Tempat seperti apa yang menjadi tujuan anda ?
Sekarang saya izin sharing beberapa hal tentang dakwah :)
1. Dakwah bukan hanya untuk mereka yang bergelar Ustadz, Kiai, Syekh, dan lain-lain.
Mari simak potongan arti dari Surah Ali-Imran : 104 berikut ini sob :
"Dan hendaklah ada diantara kamu segolongan umat yang menyeru kepada kebajikan, menyuruh kepada yang ma'ruf dan mencegah dari yang munkar, merekalah orang-orang yang beruntung"
(Q.S. Ali Imran : 104)
dari ayat tersebut bisa kita lihat, bahwa Allah pun menyuruh kita untuk menebarkan kebaikan di muka bumi ini, siapapun kita, apapun pekerjaan kita, berapapun umur kita, apapun pendidikan kita, bukanlah suatu alasan untuk tidak berdakwah, bukan suatu penghalang untuk menebarkan kebaikan di muka bumi ini sob ! :)
kan gak ada toh yang hadits atau ayat Al-Qur'an yang isinya khusus, kayak "Wahai Ustadz-ustadz" atau "Wahai Kiai-kiai" ? :)
Satu kata darimu, dapat mengubah hidup seseorang selama-lamanya sob !
2. Jangan Minder sob !
"Ketika dua golongan dari padamu ingin (mundur) karena takut, padahal Allah adalah penolong bagi kedua golongan itu. Karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal."
(Q.S. Ali-Imran 122)
Kebanyakan orang muslim takut berdakwah karena alasan-alasan klasik, contohnya saja "Ilmu saya belum seberapa, nantilah tunggu saya belajar agama lebih dalam lagi" atau "kan sudah ada ustadz yang ilmunya lebih mantep, saya mah gak ada apa-apa nya, udah biar ustadz aja lah"
Yang namanya ilmu dicari sob ! yang namanya pegalaman ya harus mengalami !
Kalau kita terus mengeluh dan beralasan, kapan mau sampai ke tujuan ? :)
Ustad dan mereka yang sudah maknyos gaya bicara dan ilmunya, pasti dulu nya mulai dari nol juga,, iya apa iyaa ? :D
Belum menguasai hadits ? Belum baca tafsir Qur'an ? belum sempat mendalami ilmu fiqih ?
No Problemoo broo !
Kita bisa memulai dengan hal-hal yang sederhana, contohnya, mengajak shalat tepat waktu, mengingatkan shalat dhuha, dan yang paling gampang ? Mengahadiahkan senyum kepada sesama dimanapun dan kapanpun kita berada :)
Nantinya, kita akan menjadi "haus" akan ilmu agama dengan sendirinya, Insya Allah :)
Karena Hal-hal besar esok, dimulai dari hal-hal kecil hari ini bro !
3. Hidayah datang dari Allah, tapi kita bisa berikhtiar bro !
"Jika Allah menolong kamu, maka tak adalah orang yang dapat mengalahkan kamu, jika Allah membiarkan kamu (tidak memberi pertolongan), maka siapakah gerangan yang dapat menolong kamu (selain) dari Allah sesudah itu ? karena itu hendaklah kepada Allah saja orang-orang mukmin bertawakal"
(Q.S. Ali-Imran : 160)
Memang kita sebagai manusia, makhluk yang serba terbatas, tidak bisa memastikan apakah orang-orang yang kita dekati, kita ingatkan, dengan lembut, dengan tata krama yang indah, akan berpindah haluan menuju jalan yang lebih baik atau tidak.. bahkan Rasulullah saw. pun tidak bisa memberikan hidayah kepada paman beliau, Abu Thalib, orang yang sangat berjasa dalam hidup beliau..
Tapi, apakah beliau berhenti berdakwah karena hal itu ? Tentu tidak sob !
begitu juga kita, kita masih bisa berusaha, semoga dengan usaha kita dapat membukakan pintu hidayah kepada orang-orang yang kita sayangi :)
Abu Sa'id Al-Khudri ra. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, "Barangsiapa diantara kamu melihat kemungkaran, maka cegahlah dengan tanganmu, jika kamu tidak mampu maka cegahlah dengan lisanmu, dan jika kamu tidak mampu juga, maka cegahlah dengan hati. Sesungguhnya itulah selemah-lemahnya Iman.
(h,r, Muslim)
4. Sebarkanlah kebaikan walaupun hanya sebesar biji sawi
"Kami akan memasang timbangan yang tepat pada hari kiamat, maka tiadalah dirugikan seseorang barang sedikitpun. Dan jika (amalan itu) hanya seberat biji sawipun pasti Kami mendatangkan (pahala)nya. Dan cukuplah kami sebagai pembuat perhitungan."
(Q.S. Al-Anbiya : 47)
Nah ! Itu dia sob Alasan kenapa anda disini, sudah membaca tulisan ini sampai bagian bawah, ya, bagian ini..
bahwa sesungguhnya seluruh amalan kita tidak akan ada yang sia-sia, dan semua akan dibalas pada hari dimana tidak ada kekurangan sedikitpun, dan usaha kita akan indah pada waktunya :)
" Karena Dakwah itu Indah, dan Dakwah itu adalah KITA ! "
Karena Dakwah gak harus di Mesjid, Dakwah gak harus lewat Ceramah, Dakwah gak harus di organisasi, dan Dakwah gak terbatas oleh apapun juga :)
Bahkan senyummu kepada saudaramu adalah dakwah :)
Semoga melalui tulisan ini, dapat membakar api semangat yang selama ini padam dalam hatimu
Semoga melalui tulisan ini, dapat menjadikan kita Saudara Seperjuangan dalam Dakwah
Dan Semoga kita dipertemukan lagi di perlintasan takdir selanjutnya, wahai Mujahid !
Selamat menempuh Jalan Dakwah Sahabatku !
Salam Ukhuwah !
"Dan orang-orang yang berjihad untuk (mencari keridhaan) Kami, benar-benar akan Kami tunjukkan kepada mereka jalan-jalan Kami. Dan sesungguhnya, Allah benar-benar beserta orang-orang yang berbuat baik."(Q.S. Al-Ankabut : 69)
"Tidak ada kebaikan bagi mereka yang tidak memberi nasihat, dan tidak ada kebaikan bagi mereka yang membenci orang yang memberikan nasihat"
(Umar bin Khattab ra.)
Jika Islam kita ibaratkan sebagai Jantung yang memompa Kedamaian dan Kelembutan.
Maka Dakwah adalah ibarat Haemoglobin yang mengikat kebaikan untuk diberikan kepada sesama dan membuang kemunkaran keluar dari peredaran kehidupan.
Maka, kita tidak akan bisa hidup tanpa dakwah, Karena Islam dan dakwah adalah satu kesatuan yang tak terpisahkan..
-- Salam, Muhamad Ikhsan Nurmansyah --

0 Comments:
Post a Comment
Subscribe to Post Comments [Atom]
<< Home