Tuesday, June 18, 2013

Berbenahlah Bangsa Ku..

Yaa, tepat hari ini, 18 Juni 2013, diselenggarakan kembali sebuah persaingan ketat untuk menentukan siapa yang berhak duduk di "bangku panas", tepatnya bangku kuliah. kalau dulu namanya SNMPTN sekarang jadi SBMPTN, tapi bukan itu yang akan saya bicarakan pada kesempatan kali ini.

Hari ini juga bertepatan dengan disahkannya Keputusan pemerintah untuk menaikkan harga teman sehidup semati kita,, ya dialah Bahan Bakar Minyak alias BBM. Siapa yang tidak kenal coba sama BBM ? mulai dari abang-abang jualan sayur, Nelayan, Karyawan, sampai miliyarder pun sangat akrab ketika disebut nama BBM. tanpa kita sadari ataupun tidak kita sadari, BBM telah menjadi Kebutuhan Primer bagi setiap orang. 
Layaknya sebuah barang berharga, Harga BBM ini terus dijaga oleh setiap insan masyarakat sehingga tidak jauh melambung tinggi. tapi apadaya, Kecupan manis dari pemerintah yang terus menerus mensubsidi "si manis" ini, ternyata membuat banyak dari kita terlena, dengan harga yang tidak begitu mahal, banyak orang yang sadar maupun tidak sadar, menggunakan BBM dengan boros, sehingga pada tahun lalu (2012) stok BBM yang disediakan pemerintah habis sebelum waktunya, dan pemerintah harus mengucurkan dana APBN   tahun 2013 untuk menutupi kekurangan stok BBM. 

Naik atau Tidak Naik ?? 
Hal tersebut (Melambungnya penggunaan BBM yang berujung pada habisnya stok BBM) memaksa pemerintah harus meng-cover anggaran yang hilang ini. Apa salahnya kalau pemerintah membuat kebijakan untuk menaikkan harga BBM untuk meningkatkan pendapatan negara ?
Yang selama ini, mayoritas penduduk bangsa ini khawatirkan adalah kenaikan harga BBM akan memicu kenaikan harga barang-barang kebutuhan pokok, mari kita ubah mindset yang sudah ada ini.

Mengapa harus fokus pada pengendalian harga BBM, kalau kita ingin meredam tingginya harga Kebutuhan Pokok ? Coba perhatikan, BBM sekarang, tidaklah digunakan oleh rakyat kelas menengah-kebawah, sebaliknya, kenyataan berkata lain, para pemegang Uang lah yang banyak menggunakan BBM ini.
Mengapa pemerintah tidak menerapkan peraturan khusus yang mencakup warga dengan pekerjaan yang spesifik (e.g. Penjual sayur, Nelayan, Petani) yang berpenghasilan menengah-kebawah, sehingga mereka tidak perlu repot-repot memikirkan harga BBM yang tinggi, dan tetap dapat memasarkan barang hasil usahanya dengan harga yang berada pada kisaran normal ?

Angka Konsumsi BBM Indonesia saat ini menduduki peringkat yang tidak lagi rendah, Indonesia perlahan-lahan mulai menunjukkan sisi Konsumtif nya.

Positive Thinking
Kebanyakan dari kita selalu berpikir pada masalah yang terpapar di depan mata, sekali waktu cobalah melihat "kebelakang layar" parodi kehidupan ini. Apakah naiknya harga BBM hanya berimbas pada kehidupan sosialita kita ? Bagaimana dengan peningkatan mutu sistem di negara ini ? Pendapatan pemerintah dari peningkatan harga BBM ini dapat digunakan untuk membenahi sistem, individu, bahkan kualtias pelayanan dari program-program lain di negara ini...


Pengorbanan dibutuhkan untuk mendapatkan Hasil yang Berarti, Jika Sistem awal memang tidak sejalan dengan konsep yang kita pikirkan, cobalah mengerti, jika kita tidak bisa berbuat untuk merubah bangsa ini, maka jangan menghambat perubahan...







0 Comments:

Post a Comment

Subscribe to Post Comments [Atom]

<< Home